Kamis, 05 November 2015

Contoh Kata dan Frasa Kata

Verba, Nomina, Adjektiva, Adverbia, Konjungsi, Preposisi, Interjeksi, Partikel

Kata :
Nomina
Verba
Adverbia
Adjektiva
Preposisi
Konjungsi
Interjeksi
Partikel
rumah
duduk
dengan
arif
di
dan
bah
lah
sawah
makan
secara
rajin
ke
tetapi
cih
kah
langit
minum
untuk
anggun
dari
atau
cia
tah
buku
menari
agar
malas
pada
sesudah
ih
pun
pensil
mandi
supaya
besar
akan
setelah
idih
-
kitab
pergi
karena
kecil
kemudian
sebelum
brengsek
-
angin
pulang
hingga
mewah
antara
sehabis
sialan
-
gunung
bernyanyi
akibat
putih
selama
sejak
keparat
-
bukit
bertaburan
sehingga
pura-pura
mengenai
selesai
celaka
-
rambut
bersentuhan
menjadi
sia-sia
sepanjang
ketika
aduh
-
makanan
berpakaian
di
sederhana
bersama
tatkala
aduhai
-
minuman
berenang
ke
cantik
beserta
sewaktu
amboi
-
tahanan
melahirkan
dari
tampan
menjelang
sementara
asyik
-
surga
menjalani
pada
mahal
bagaikan
sambil
wah
-
neraka
kehilangan
kemarin
murah
melalui
seraya
syukur
-
penjahit
berbuat
besok
seluar
mengena
selagi
semoga
-
budak
terpikirkan
lusa
pandai
daripada
selama
eh
-
persengketaan
kematian
jika
lama
kepada
hingga
oh
-
motivator
mengajar
sebesar
baru
oleh karena
sampai
ah
-
regulator
mengingat
meskipun
gemetar
oleh sebab
jika
astaga
-
narator
bangkit
tetapi
gemuruh
mengena
jikalau
masa
-
relawan
terbang
oleh
kemilau
hingga
kalau
ayo
-
budayawan
menolong
bagaikan
semerbak
bagi
asal
yuk
-
wartawan
mengendarai
laksana
alami
sejak
manakala
mari
-
pulpen
mengerjakan
seperti
abadi
semenjak
andaikan
hai
-
Kelompok Kata :
Nomina
Verba
Adverbia
Adjektiva
Preposisi
Konjungsi
Interjeksi
Partikel
telapak kaki
turut bersedih
agak besar
cantik sekali
di rumah
-
-
-
bola kaki
sedang berduka
kurang pandai
indah nian
dari Bali
-
-
-
hidung belang
bekerja keras
sangat pandai
hebat benar
ke pantai
-
-
-
baju baru
bekerja cepat
hampir baik
tegap kekar
oleh kami
-
-
-
jam tangan
akan bernyanyi
begitu kuat
aman tentram
kepada kakek
-
-
-
jam dinding
pasti menyukai
pandai sekali
sangatt rajin
kemudian hari
-
-
-
rambut kriting
pergi memancing
lebih kuat
bagus-bagus
akan datang
-
-
-
ayam betina
berdagang kain
dengan  bangga
cantik-cantik
selama ini
-
-
-
soto lamongan
hendak mewarnai
dengan gelisah
pintar-pintar
sepanjang masa
-
-
-
nasi goreng
sedang bermain
rajin sekali
ayu menawan
beserta tamu
-
-
-
ikan tuna
lekas pergi tidur
tadi siang
tampan rupawan
menjelang malam
-
-
-
hidung pesek
segera ditutup
tahun lalu
tidak bodoh
bagaikan mentari pagi
-
-
-
planet bumi
akan dimulai
larut malam
keras kepala
melalui surat ini
-
-
-
meja kerja
sedang berlari
besok lusa
kepala batu
antara aku dan dia
-
-
-
buku tulis
membaca buku
minggu lalu
murah hati
pada kesempatan ini
-
-
-
pulpen pilot
menyiram bunga
tahun depan
ringan tangan
mengenai hal itu
-
-
-
jari kaki
menanak nasi
minggu depan
tidak rapi
oleh karena itu
-
-
-
Kalimat :
1.      Saya membeli apel yang manis kemudian memakannya dengan lahap di rumah
Saya
membeli
apel yang manis
kemudian
memakannya
dengan lahap
di rumah
Subjek
predikat
objek
konjungsi
predikat
keterangan
Nomina
verba
kelompok kata nomina
konjungsi
verba
kelompok kata adverbia
kelompok kata preposisi

2.      Aduhai cantik sekali rupa gadis yang duduk di kursi itu meskipun tubuhnya tidak sempurna
Aduhai
cantik sekali rupa gadis
yang duduk
di kursi itu
meskipun
tubuhnya tidak sempurna
pelengkap
Subjek
predikat
keterangan
pelengkap
Interjeksi
kelompok kata nomina
kempok kata verba
kelompok kata preposisi
konjungsi
kempok kata adjektiva


Rabu, 04 November 2015

Sejarah Desa Abuan dan Desa Serokadan

PENINGGALAN SEJARAH
DI DESA ABUAN

Desa Abuan adalah sebuah desa kecil yang terletak di sebelah selatan  Desa Demulih, Kecamtan Susut. Desa Abuan berjarak kurang lebih 6 kilometer dari Kota Bangli. Desa Abuan terbagi atas 4 wilayah Banjar Dinas dan 3 buah Desa Pekraman yaitu :
Desa Abuan
Banjar Dinas (Dusun)
Desa Pakraman (Adat)
-          Sala
-          Sala
-          Serokadan
-          Serokadan
-          Abuan Kangin
-          Abuan Kauh
-          Abuan

Dalam kaitannya dengan sejarah, Desa Abuan memiliki beberapa catatan sejarah ataupun peninggalan sejarah yang tersebar di 3 Desa Pakraman tersebut. Berikut ini saya akan membahas catatan sejarah ataupun peninggalan sejarah yang terdapat di Desa Pakraman Abuan dan Desa Pakraman Serokadan.
1.      Pura Manik Geni
Menurut sumber yang dapat dipercaya Pura Manik Geni merupakan tempat berstananya (linggih) api yang telah membakar hangus hutan yang kini dikenal dengan sebutan Desa Abuan. Dahulu kala Desa Abuan merupakan hutan belantara. Konon dalam hutan tersebut seorang pendeta perempuan yang sedang melakukan persemedhian. Di tengah persemedhian tersebut muncul sinar suci yang yang kemudian membakar hutan belantara tempat beliau bersemadhi tersebut. Dengan sekejap hutan belantara itu rata dengan tanah tertutup abu bekas pembakaran hutan. Sejak saat itu tanah yang awalnya tertutup abu pembakaran lama-kelamaan semakin subur dan karena kesuburannya banyak orang berbondong-bondong datang ke tanah tersebut untuk bercocok tanam dan menetap di tempat ini. Tanah yang subur membuat tanaman-tanaman tumbuh dengan sangat baik sehingga membuat pertanian berkembang dengan baik dan para petani menikmati hasil yang bertumpah ruah. Oleh karena tempat ini pada waktu itu tertutup abu, masyarakat pada masa itu menyebut tempat ini Abu-an yang kemudian lebih dikenal dengan Abuan.
Ketika hutan hangus terbakar dan tertutup abu, ada satu tempat yang tak pernah berhenti terbakar (apinya tidak pernah padam). Tempat tersebut merupakan tempat pendeta perempuan bersemadhi. Kemudian untuk memperingati atau sebagai sebuah penghormatan dan rasa syukur terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas kesuburan tanah yang telah memberikan penghidupan yang baik kepada masyarakat yang mendiami tempat tersebut, maka didirikanlah sebuah pelinggih di tempat persemedhian pendeta perempuan tersebut. Ketika pembuatan pelinggih tersebut selesai, api yang membakar tempat tersebut perlahan-lahan padam dengan sendirinya. Pelinggih (Pura) tempat berstananya api tersebut sekarang dikenal dengan sebutan Pura Manik Geni.
Pura Manik Geni terletak diantara Kantor Perbekel Abuan dan Balai Banjar Desa Pakraman Abuan. Di Pura Manik Geni terdapat pula Ida Sesuwunan  berupa Barong Landung dengan sebutan Ratu Panji Sakti Manik Gni. (Sumber : Bendesa Pekraman Abuan, Buku Asal Usul Pura Manik Gni, http://blog.isi-dps.ac.id/jrongurahwiratamaputra/sekilas-tentang-desa-abuan-dan-sejarahnya)

2.      Prasasti Srokodan (Sadungan) Tahun Isaka 1246 – 1324 M
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiYIZeO_KOnI8b3qn4LjmJo6oSBQ-aJPWbhqvcF5dw-rkvRcqk2Cd30-QlJjvijc0vN9hWU_IMl26OBOwDGDC3Dvkon-LOXHzpg1RpnFLWLgN0YxJ-gBy5gNeU1xj-F0Zh_cLAYTPZrdM/s1600/srokodan.jpeg
Dalam salinan lontar Piagem Dukuh Gamongan, berbunyi:
. . . Sri Maha Dewa Lencana, risampun mawerdha pwa sira, metu putra sanunggal, apuspa ta sira Sri Taruna Jaya . . .
Arti Bebas:
. . . Sri Maha Dewa Lencana, setelah tua lahir seorang putra yang bernama Sri Taruna Jaya . . .
Catatan prasasti tembaga di Banjar Srokodan, Perbekel Abuan, Susut, Bangli, dialih aksara dan diterjemahkan oleh Putu Budiastra, disebut prasasti Srokodan (Bhatara Guru), menyebutkan;
Isaka 1246 crawanamasa, tithi dwaci cuklapaksa, ma, wa, bu, waraning madangkungan, irika diwasa adnya Paduka Bhatara Guru kalih putunira sira Paduka Aji Cri Taruna Jaya, dumauh i para senapati umingsor itanda rakyan ri pakiran-kiran i jero makabehan, karuhan mpungku sewasogata resi brahmana, ipingsornya ajnya paduka cri maharaja, ajarn sirakabeh, ri kaditopaya nikanang karaman I Hyang Putih . .
Artinya :
Pada tahun Saka 1246/1324 Masehi bulan crawana, hari ke 12 menuju bulan terang, maulu, wage, buda, wuku medangkungan, pada waktu itulah saatnya Paduka Bhatara Guru serta putra beliau yang bernama Paduka Raja Cri Taruna Jaya, bersabda kepada para senapati untuk dilanjutkan kepada para tanda rakyan yang hadir pada sidang lengkap di istana terutama para Mpu Ciwa Budha para Resi dan Brahmana, adapun isi dan maksud paduka raja bersabda kepada mereka semua, sebab telah mendengar kesusahan desa Hyang Putih sewilayahnya.
Prasati Srokodan yang disebut Sadungan merupakan prasasti Desa Serokadan (Desa Hyang Putih) yang diperintah oleh raja Betara Guri Sri Adi Kunti Kentana beserta dengan cucunya Sri Taruna Jaya yang saat itu mendengar keresahan rakat kemudian menganugrahkan Sang Hyang Raja prasasti di parkiran-kiran I Jro Mekabehan (Mpu Kuturan) yang dihadiri oleh para pemuka masyarakat pada waktu ini, diantaranya : Mpu Ciwa dan Budha, Para Rsi dan Brahmana, tooh Desa Rama kebayan bapan kasal, kabayan nyoman bapan tanaha, kabayan tengah bapan warnasari, kabayan paksanadi nahutin bapan janjan, bahukiwa bapan panedan,  Mpu Pangajyan, Dangarcarya Tkangrangca, Mpungku Tusning Pawitra, Dangacarya Rudrangca, serta Samgat Bhagajawong. Bhisama baginda raja yang merupakan kewajiban dari para penduduk Hyang Putih kepada Bhtara di Candri Manik :
1.      Pada waktu hari ketiga bulan cetra masing-masing harus membayar 2 panusur tulis kulkul dan diterimakan kepada admakmitan api gajih.
2.      Pada bulan cetra hari ketiga belas menuju bulan purnama penduduk harus menghaturkan ulat-latan, beras 10 gunja, beras hitam 5 gunja, beras merah 3 gunja, ayam 5 ekor, itik 5 ekor dan pisang masak 5 sisir.
3.      Penduduk desa Hyang Putih tidak dikenakan pajak tikasan serta pabangkis sebab mereka telah dibebani tanggung jawab melaksanakan upacara untuk Bhatara Candrimanik yang dirayakan tiap purnama bulan cetra.
4.      Disebutkan pula sawah milik paduka Bhatara Candrimanik yang terletak di sebelah selatan Hyang Tapasiddhi yang berjumlah dua tembuku :
-          Satu tembuku di Bhunar
-          Satu tembuku di Ida Ramagantung
5.      Penduduk desa Hyang Putih tidak dikenakan mataruh batu di Vijayapura. Diperkenankan mengadakan sabungan ayam tidak terbatas jumlahnya, tidak uasah minta ijin, tidak boleh dikenai upah taji dan wulang serta tidak boleh diganggu samgat malandang.
6.      Penduduk diperkenankan memelihara itik dan tidak dilarang oleh nayakanjawa
Pada tahun Isaka 1126 atau tahun 1204 M, wafatlah paduka Sri Maharaja Aji Ekajayalancana, dan oleh karena itu segera adik beliau yaitu Adi Kunti Ketana dinobatkan menjadi raja yang berkuasa dan memerintah di Bali, nama penobatan (Abiseka), Bhatara Guru Sri Adi Kunti Ketanayang di dalam pustaka kuna diuraikan sebagai berikut yang artinya kurang lebih : Pada tahun Isaka 1126 (Tahun 1204 M), wafat Paduka Sri Maharaja Aji Ekajayalancana, oleh karena itu segera adik beliau Sang Adi Kunti Ketana dinobatkan menjadi raja dan memerintah pulau Bali, dengan nama penobatan Bhatara Guru Sri Adhikuntiketana, beliau membuat asrama dan parhyangan di daerah Bali dahulu, antara lain di batas selatan Desa Bangli, disana beliau membuat parhyangan yang diberi nama Pura Sumenia, dengan dilengkapi arca (patung) Makaradewi, itu dikenal sebagai upacara Guru Sri Adhikuntiketana bersama permaisurinya dan sebelah selatannya terdapat Goa Mraku, sebagai tempat pertapaan Dalem Bhtara Guru, entah berapa lama Dalem Bhtara Guru bertahta sebagai raja di Bali, lalu beliau berputra 2 orang kembar buncing ( seorang laki dan seorang perempuan) yang laki bernama Sang Dana Dirajaketana dan yang wanita bernama Sang Dana Dewi Ketu, sesudah wafat Bhatara Guru Adi Kuntiketana jenazahnya dicandikan di Candi Manik di daerah Hyang Putih di Serokadan. Demikian disebut mengenai raja Adhikuntiketana yang pernah memerintah di Pulau Bali pada jaman dahulu (Dikutip dari terjemahan ALIH AKSARA LONTAR tahun 2000 “Tutur Bhuwana Tatwa” olih I Dewa Made Mangku Pucak).
Sumber Prasasti serokadan :  http://dodhesurya.blogspot.co.id/search/label/Sejarah%20Desa%20Serokadan%20bangli, https://madejanna.wordpress.com/category/sejarah/, http://suryamuliawan.blogspot.co.id/2011/12/serokadan-desa-kuno.html, Kelian Banjar Dinas Serokadan, Terjemahan ALIH AKSARA LONTAR tahun 2000 “Tutur Bhuwana Tatwa” olih I Dewa Made Mangku Pucak).


Rabu, 21 Oktober 2015

Crazy Of You (Master Sun Ost) Lyrics

Deutgo innayo nae maeumeul
Bogo innayo nae nunmureul
I sesange hana oroji dan hana
Nan neoyeoyaman haneunde
Wae jakku naegeseo domangchinayo
Wae jakku naegeseo meoreojinayo
Nae gyeote isseojwoyo nae soneul jabajwoyo
Nal saranghandamyeon
Michige mandeureo niga
Nal ulge mandeureo niga
Gakkai sone japhil deutae jabeumyeon meoreojineun
baramcheoreom
Honjaseo haneun ge sarang
Namneun geon nunmurin sarang
Geureon geojigateun geureon babogateun sarang
Hanbeonman geudaereul anado doenayo
Majimak insareul na haedo doenayo
Saranghaetdeon chueogeul haengbokhaetdeon
gieogeul itji marayo
Michige mandeureo niga
Nal ulge mandeureo niga
Gakkai sone japhil deutae jabeumyeon meoreojineun
baramcheoreom
Honjaseo haneunge sarang
Namneun geon nunmurin sarang
Geureon geojigateun geureon babogateun sarang
Eonjenga uri dasi mannaneun geunal
Geuttae uri heeojiji mayo
Gaseumi haneun mal saranghae
Nunmuri haneun mal mianhae
Amuri juwodamgo damabwado ssodajyeobeorineun
malcheoreom
Honjaseo haneun ge sarang
Namneun geon nunmurin sarang
Geureon geojigateun geureon babogateun sarang
English Translation:
Are you listening to my heart?
Are you looking at my tears?
Only one in the world, just one
I need it to be you

Why do you keep running away from me?
Why do you keep getting far from me?
Stay by my side, hold my hand
If you love me

You drive me crazy
You make me cry
You’re close as if I can catch you
But when I do, you get far away like the wind

Love is what I do alone
Love only leaves tears
A crappy, foolish love

Can I hug you just once?
Can I say my last goodbye?
Don’t forget the loving memories, the happy memories

You drive me crazy
You make me cry
You’re close as if I can catch you
But when I do, you get far away like the wind

Love is what I do alone
Love only leaves tears
A crappy, foolish love

Some day, when we meet again
Let’s not say goodbye

Words that my heart say, I love you
Words that my tears say, I’m sorry
No matter how much I pick them up and put them in
Words spill out

Love is what I do alone
Love only leaves tears
A crappy, foolish love
Indonesia Translation
Apakah kau mendengar isi hatiku?
Apakah kau melihat air mataku?Hanya satu didunia, hanya satuAku  membutuhkanmu
Kenapa kau terus kabur dariku?Kenapa kau terus menjauh dariku?Tetaplah disisiku, pegang tangankuJika kau mencintaiku
Kau membuatku gilaKau membuatku menangisKau begitu dekat seakan-akan aku bisa menangkapmuTapi ketika aku melakukannya, kau menjauh seperti angin
Cinta adalah apa yang aku lakukan sendirianCinta hanya meninggalkan air mataSebuah cinta bodoh yang penuh omong kosong
Dapatkah aku memelukmu sekali saja?Dapatkah aku mengucapkan salam perpisahan untuk yang terakhir kalinya?Jangan lupakan memori yang penuh kasih, memori-memori bahagia
Kau membuatku gilaKau membuatku menangisKau begitu dekat seakan-akan aku bisa menangkapmuTapi ketika aku melakukannya, kau menjauh seperti angin
Cinta adalah apa yang aku lakukan sendirianCinta hanya meninggalkan air mataSebuah cinta bodoh yang penuh omong kosong
Suatu hari, ketika kita bertemu lagiJangan ucapkan kata perpisahan
Kalimat yang hatiku katakan, aku mencintaimuKalimat yang air mataku katakan, aku minta maafTak peduli berapa banyak aku mengambilnya dan memasukkannyaKalimat itu tetap tumpah keluar
Cinta adalah apa yang aku lakukan sendirianCinta hanya meninggalkan air mataSebuah cinta bodoh yang penuh omong kosong